Penerbangan ini menjadi momentum penting dalam memperluas akses mobilitas masyarakat, mendukung sektor pariwisata, perdagangan, pendidikan,
dan hubungan sosial budaya antara Indonesia dan Malaysia.

Kegiatan ini difasilitasi oleh PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Radin Inten II sebagaibagian dari ekosistem InJourney Airports, yang terus mendorong penguatan peran bandara sebagaieconomic enabler dan gerbang pertumbuhan wilayah.

Hari ini (12/02) dapat kita lihat pelayanan penerbangan charter oleh Transnusa (Flight No. 8B 9671) dengan rute Lampung (TKG) dengan STD pada jam 12.45 menuju Kuala Lumpur (KUL) dan penerbangan balik dari Kuala Lumpur (KUL) – Lampung (TKG) dengan Flight No. 8B 9672 dengan STA pada jam 19.55 di Bandara Radin Inten II.

Tidak hanya hari ini, besok (13/02) Bandara Radin Inten II kedatangan penerbangan charter flight oleh
maskapai Sriwijaya Air (Flight No. SJ-88-1) dengan rute KUL – TKG dengan STA di Bandara Radin Inten
II pada jam 23.35. Penerbangan Lampung – Kuala Lumpur ini membutuhkan waktu penerbangan
selama 2 jam 5 menit, sehingga memperpendek jarak tempuh masyarakat Lampung menuju Kuala
Lumpur, Malaysia.

Penerbangan internasional charter ini menjadi bukti kesiapan operasional dan fasilitas Bandara Radin
Inten II dalam melayani penerbangan internasional, baik dari sisi keamanan penerbangan, pelayanan
penumpang, keimigrasian, kepabeanan, karantina, hingga ground handling.

Dwi Ananda Wicaksana selaku CEO Regional III PT Angkasa Pura Indonesia menyampaikan bahwa penerbangan charter dari PT Transnusa Aviation Mandiri dan PT Sriwijaya air ini dan penerbangan charter diharapkan menjadi trigger pembukaan rute internasional reguler di masa mendatang.

“Penerbangan charter oleh maskapai Transnusa dan Sriwijaya Air ini bukan sekadar pergerakan
pesawat, tetapi simbol keterhubungan Lampung dengan dunia internasional. Ini adalah langkah awal
menuju konektivitas global yang lebih luas bagi masyarakat Lampung dan Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruhpihak atas kerjasama dan dukungan dalam mendorong terwujudnya penerbangan internasional
dari Lampung”

Selain itu, Dwi menegaskan bahwa manajemen PT Angkasa Pura Indonesia akan terus berupaya
meningkatan kesiapan pengelola Bandara dalam melayani penerbangan internasional, baik dari sisi
keamanan penerbangan, pelayanan penumpang, keimigrasian, kepabeanan, karantina, hingga ground handling dengan menerapkan dan memenuhi standar bandara internasional. “Kami berkomitment untuk tetap menjaga sinergi dan kolaborasi antara pengelola bandara, maskapai, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mendorong keberlanjutan layanan penerbangan internasional dari Bandara Radin Inten II dengan aman, nyaman dan #melayanisepenuhhati, ” ujarnya.
Momentum ini juga mempertegas posisi Bandara Radin Inten II sebagai gerbang udara strategis
Sumatera bagian selatan yang siap mendukung dan membuka peluang besar bagi peningkatan
kunjungan wisata mancanegara ke Lampung, akses lebih mudah bagi pelaku usaha, kemudahan
mobilitas masyarakat lintas negara dan penguatan citra Lampung sebagai provinsi yang siap terhubung secara global.