Tasikmalaya —Bintang Nusantara News Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat resmi membuka Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ke-III yang dipusatkan di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (3/2/2026). Agenda strategis tersebut dirangkaikan dengan Resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama Masehi yang digelar pada Rabu (4/2/2026), sebagai momentum konsolidasi dan penguatan khidmah organisasi terbesar di Indonesia itu.

Muskerwil ke-III PWNU Jawa Barat menjadi forum penting untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis NU Jawa Barat dalam merespons dinamika keumatan, kebangsaan, dan tantangan sosial ke depan.

Pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di lingkungan pesantren menegaskan kembali peran pesantren sebagai pusat kaderisasi, nilai, dan peradaban Nahdlatul Ulama.

Ketua Panitia Pelaksana, KH Amin Baedjuri, dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi demi terselenggaranya kegiatan Muskerwil dan Resepsi Harlah ke-100 NU Masehi tingkat PWNU Jawa Barat.

“Jazakumullahu ahsanal jaza atas seluruh kontribusi lahir dan batin, fikroh, harokah, serta maliyah yang telah dikerahkan untuk menyukseskan Muskerwil dan Harlah ini. Panitia tidak ada apa-apanya tanpa kebersamaan dan kolaborasi seluruh pihak,” ujar KH Amin Baedjuri.

Sementara itu, selaku tuan rumah, Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning, KH Busyrol Karim, mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kepercayaan PWNU Jawa Barat yang telah menunjuk Pesantren Baitul Hikmah sebagai lokasi Muskerwil dan Resepsi Harlah ke-100 NU tingkat provinsi.

Menurut KH Busyrol Karim, kehadiran para kiai, pengurus, dan peserta Muskerwil di Pesantren Haurkuning bukan sekadar agenda organisasi, melainkan manifestasi kesatuan nilai dan niat dalam menguatkan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

“Ini memberikan kesan yang sangat positif. Kehadiran para peserta di Pesantren Haurkuning merupakan bentuk tauhidunniyat dan tauhidussuhuf—menyatukan niat dan nilai—untuk memperkuat barisan Ahlussunnah wal Jamaah dalam wadah Nahdlatul Ulama,” tegasnya.

KH Busyrol Karim juga berharap, momentum Muskerwil dan Harlah satu abad NU Masehi ini dapat semakin memperkokoh rasa khidmah warga NU, sekaligus menumbuhkan spirit perjuangan yang diwariskan oleh pendiri NU, Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari.

Pembukaan Muskerwil ke-III dan Resepsi Harlah ke-100 NU Masehi PWNU Jawa Barat turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Rais Syuriah PWNU Jawa Barat KH Abun Bunyamin, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat H Dudu Rohman, Ketua Umum MUI Jawa Barat KH Aang Abdullah Zein, Ketua Baznas Jawa Barat H Anang Jauharudin, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung H Rosihon Anwar, jajaran pimpinan PCNU se-Jawa Barat, serta badan otonom dan lembaga NU di lingkungan PWNU Jawa Barat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penguatan konsolidasi organisasi serta peneguhan peran NU Jawa Barat dalam menjaga nilai keislaman moderat, keindonesiaan, dan keberpihakan pada kemaslahatan umat di usia satu abad NU Masehi.
(M.Darwin / tim Gwi)