Purwakarta – Semangat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah terasa khidmat dalam kegiatan Kajian Ramadhan bertema “Niatkan Semua Karena Allah, Pasti Allah Beri Kemudahan” yang digelar pada Sabtu, 21 Februari 2026, di Masjid Endan Andansih, Neglasari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan yang menghadirkan dai kondang Hanan Attaki ini diikuti sekitar ±1.000 jamaah dari berbagai kalangan.
Acara yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tersebut menjadi bagian dari upaya menyemarakkan Ramadhan sekaligus mendorong peningkatan kualitas spiritual dan produktivitas, serta memperkuat nilai persatuan dan kesatuan bangsa.
Momentum ini juga diharapkan mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Purwakarta.
Sejumlah tokoh turut hadir, antara lain Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Dr. Muhammad Yusuf Ateh, Ak., M.B.A., Direktur Utama PT Waskita Karya Muhammad Hanugroho, Ketua Yayasan Endan Andansih Dr. H. Endang Usman, SH., SS., MA, jajaran direksi Bank Mandiri, Kepala Cabang Mandiri Karawang, serta para tamu undangan dan jamaah ikhwan maupun akhwat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Ashar berjamaah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri Pondok Tahfidz, serta sambutan Ketua Yayasan Endan Andansih yang menekankan pentingnya meluruskan niat dalam setiap amal dan aktivitas kehidupan.
Ramadhan, menurutnya, merupakan momentum terbaik untuk memperbaiki kualitas ibadah dan menjadikan setiap langkah bernilai pahala.
Dalam tausyiah utamanya, Hanan Attaki mengingatkan bahwa kelelahan hidup sering kali bukan karena kurangnya usaha, melainkan karena keliru dalam menata niat. “Niat karena manusia membuat seseorang mudah kecewa, sedangkan niat karena Allah menjadikan setiap lelah bernilai ibadah,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menegaskan bahwa Allah SWT tidak menjanjikan hidup tanpa ujian, namun menjanjikan kemudahan dan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa.
Kemudahan itu dapat hadir dalam bentuk ketenangan hati, kejernihan pikiran, serta solusi yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
Kajian yang ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa ini berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat nilai spiritual jamaah, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah serta mendukung terciptanya stabilitas sosial selama bulan suci Ramadhan di Kabupaten Purwakarta.
(Tim/Red)



